"Ya Allah
Sembuhkanlah...."
By : Fitriatussolikhah (Politeknik Negeri Madiun)
Rani
adalah seorang gadis yang beranjak dewasa memasuki dunia kuliah. Dia sangat
mencintai kekasihnya yang bernama Dirga.
pada
suatu hari, Rani pergi ke kampus tepat pukul 08.00 untuk rapat ukm. Pada saat
itu perasaan rani sangat tidak enak, dia terpikir terus oleh kekasihnya yang
sebelumnya sudah bilang bahwa dia sedang sakit.
Dia
memimpin rapat waktu itu dengan pikiran yang tidak fokus. Dia semakin cemas
ketika Dirga tidak membalas pesannya. Tiba-tiba ada sms dari Dirga " Dirga
Sakit.."
betapa
terkejutnya Rani membaca pesan singkat itu. Tak berpikir lama dia memutuskan
untuk segera menyelesaikan rapat.
Setelah rapat selesai perempuan berjilbab ini langsung mengendarai
sepeda motornya menuju rumah sang pacar.
dengan
perasaan takut dan cemas dia mengendarai mootor dengan kecepatan tinggi. Tak
terduga di pertengahan jalan ada polisi sedang melakukan penertiban lalu
lintas. Salah satu polisi menghentikan Rani. "Selamat siang Mbak, bisa
ditunjukkan SIM dan STNK nya?" kata pak Polisi.
Dengan
tangan gemetar Rani mengeluarkan SIM dan STNK nya.
Sesampainya
di rumah Dirga, " Ini Rani ya..?" tanya Mbak Ani yang tidak lain
adalah kakak perempuan Dirga. "I i i yaa Mbak." jawab Rani dengan
gugup sembari melihat cowoknya terbaring lemas tak berdaya merintih kesakitan.
Air mata nya nyaris keluar karena tidak tega melihat pujaan hatinya seperti
itu.
Dirga
ditemani oleh Ibu dan Bapaknya " Pak, perutkuuu sakiit, kepalaku pusiiing
Pak.." laki-laki kurus ini merintih kesakitan. Bapak dan Ibuknya sibuk
mengompres badan Dirga yang panasnya hampir 40 Derajat Celcius.
karena
dia terus merintih kesakitan, akhirnya Bapak dan Ibunya memutuskan untuk
membawa Dirga ke Rumah Sakit. Tak lupa Rani pun diajak oleh mereka untuk
menemani kekasihnya yang amat Ia cintai.
"Ya
Allah, sembuhkanlah diaa" tak hentinya Rani terus berdoa di dalam hatinya.
Cemas, gelisah, takut bercampur menjadi satu. " Pak, Dirga harus dirawat
inap" kata dokter yang menangani Dirga.
setelah
memasuki kamar VIP, Rani dan Mas Andik yang tidak lain adalah suami dari
kakanya Dirga pulang untuk mengambil barang-barang keperluan selama menginap di
rumah sakit.
Setelah
menyiapkan barang-barang, gadis ini kemudian pulang ke rumahnya. Selama
diperjalanan dia menangis dan cemas akan keadaan sang pacar.
dia
terus teringat akan moment-moment yang mereka berdua lewati dengan penuh
keceriaan. Dan melihat kondisi pujaan hatinya terbaring lemas tak berdaya
membuat hati Rani sangat sedih dan tak tahu harus berbuat apa.
"
Ya Allah, sembuhkanlah Mas Dirga. Kembalikan dia seperti sedia kala, sehat
ceria dan bahagia." dengan penuh tangis dia berdoa kepada sangn Ilahi.
setiap
malam sebelum tidur, gadis berjilbab ini selalu memandangi foto-foto kenangan
mereka berdua. Tak terasa air mata selalu keluar dan membasahi pipinya yang
tembem.
hari
kedua
"Pak,
aku mau ke Rumah Sakit menjenguk Mas Dirga, kasihan Pak badannya panas tinggi,
lambungnya sakit terus, dan kepalanya juga pusing. Doakan Mas Dirga supaya
lekas sembuh ya Pak" curhat Rani kepada Bapaknya.
"Iya
Rani, Bapak doakan semoga lekas sembuh dan ceria lagi. Amin" sambut
Bapaknya Rani menenangkan. setiap harinya Rani selalu pergi ke Rumah sakit
untuk menemani kekasihnya. Dan pulang setiap habis magrib.
Suatu
hari, Mas Dirga merintih kesakitan setelah infus nya disuntikkan obat. "
Buk, pahiit.. pahiit..pahiiit." merintih, merintih, dan merintih.
Rani
hanya bisa menyemangatinya dan terus berdoa agar dia segera sembuh. " Buk
pahiit... pahiit.. pahiit.." rintihan seorang laki-laki kurus itu.
Bapak
dan Ibunya terus membaca doa sembari mengelus-ngelus badan Dirga.
"istighfar
dirga, istighfar.." kata Ibunya menenangkan Dirga.
Hari
ketiga
Ketika
Rani akan berangkat ke Rumah sakit lagi, entah mengapa perasaannya begitu
gelisah. Dia khawatir terjadi apa-apa dengan Dirga. Dia berangkat dengan penuh
hati-hati.
ketika
dipertengahan jalan setelah lampu lalu lintas berwarna hijau, keadaan menjadi
sepi dan tidak ada motor atau mobil disamping Rani. Tiba-tiba dari arah
belakang tanpa Rani ketahui dia disalip dari sisi kiri
seorang
wanita berbaju hitam dengan kecepatan yang sangat tinggi.
"Braaaaaaakkkkk...." suara motor wanita yang menyalip Rani
terguling-guling dan terseret hingga 10 meter. badannya terguling-guling
bersamaan dengan motornya.
"Deg..
deg.. deg.. deg.. deg.." bunyi jantung Rani yang berdegub sangat kencang
karena ketakutan dan shock karena kejadian itu tepat di depannya dan dia
melihat dengan langsung bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi.
dengan
pelan Rani terus mengenderai sepeda mot0rnya. "Alhamdulilah ya Allah,
terima kasih telah menyelamatkan nyawa ku" ucap syukur Rani kepada sang
Maha Kuasa.
Setibanya
di Rumah Sakit, dia langsung menceritakan kepada Dirga yang saat itu sedang
berbaring mainan Handphone nya.
"Alhamdulilah
sudah baikan keadaanmu" ucap Rani dengan penuh kebahagiaan.
"Alhamdulilah, terima kasih ya sudah menemani aku disaat aku seperti
ini" kata Dirga dengan sedikit terharu.
Setelah
7 hari di Rumah sakit, Alhamdulilah dengan Kuasa Allah, laki-laki yang dicintai
Rani akhirnya dijinkan untuk pulang karena kondisi kesehatannya sudah membaik.
Rani
sangat bahagia mendengar bahwa kekasihnya dibawa pulang dan sudah sembuh,
sehingga dia kembali ceria lagi dan bahagia lagi...
Comments
Post a Comment