UNDERPASS/GALERY BAWAH TANAH KOTA BOGOR
(Cikal Wisnu Pramudya : Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta)

Di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor terdapat sebuah lorong bawah tanah yang dikenal oleh masyarakat kota Bogor sebagai underpass. Underpass yang awalnya digunakan sebagai tempat penyebrangan bawah tanah bagi pengguna jalan kaki. Kini, disulap menjadi sebuah galeri seni.
Setelah beberapa tahun digunakan, underpass ini dipenuhi sampah yang berbau busuk dan bau pesing di setiap sudutnya. Warga pun mulai mengeluhkan tentang keadaan underpass ini karena sering terjadi beberapa kasus kriminal seperti: pelecehan, pemerkosaan, dan tempat tinggal gelandangan sehingga warga Bogor enggan menggunakanya. Underpass pun ditutup untuk jangka waktu yang panjang.
Di tahun 2014 underpass direnovasi oleh pemerintah Kota Bogor. Fungsinya sekarang ialah untuk penyebrangan warga dan tempat pameran foto berbagai lukisan hasil karya warga Bogor. Di dinding underpass dipasang sejumlah foto, sketsa, lukisan dan karya seni para seniman lokal yang selalu berganti setiap bulan. Tindakan merenovasi ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan sekaligus kenyamanan para penggguna jalan yang melewati kawasan Tugu Kujang. Pemerintah Kota Bogor berharap para pejalan kaki tidak menyebrang sembarangan sehingga tidak menyebabkan kemacetan.
Underpass yang dibangun dengan dana sekitar tiga milyar ini diresmikan pada 18 Mei 2014 oleh Pemerintah Kota Bogor. Penggaagas ide membentuk galeri seni ini adalah Walikota Bogor, Bima Arya yang menjabat sebagai Walikota Bogor 2013-2018.
 Demi kenyamanan pejalan kaki, dipasang tata lampu yang memadai, sehingga menambah daya tarik pejalan kaki untuk melihat lukisan dan foto yang terpasang di sepanjang underpass. Kamera pengintai pun (CCTV) telah dipasang utnuk memantau warga yang melewati jalan bawah tanah ini. Selain itu pemerintah Kota Bogor juga menyiagakan petugas satpol PP untuk menjaga keamanan di underpass selama 24 jam.
Dengan demikian, selain berfungsi sebagai jalan alternatif pejalan kaki, underpass ini  juga sebagai penyalur kreatifitas karya warga Kota Bogor.






Comments

Popular posts from this blog